08119322626/27   gapmmi@cbn.net.id  

×

GAPMMI Dukung Program Indonesia Spice Up The World 2021

GAPMMI Dukung Program Indonesia Spice Up The World 2021

Sejak lama Indonesia terkenal dengan kekayaan warisan nenek moyang  yaitu rempah dan bumbu tradisional, oleh karena itu, pemerintah sedang mempersiapkan program “Indonesia Spice Up The World 2021” yang merupakan program bersama lintas sektor kementerian, lembaga, serta asosiasi/dunia usaha di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi. Tujuan utama Spice Up The World 2021 adalah meningkatkan pertumbuhan ekspor pangan olahan, terutama produk bumbu melalui pemanfaatan rantai produksi global serta perluasan target pasar. Program ini dicanangkan pemerintah atas keprihatinan terhadap kurangnya popularitas bumbu asli Indonesia padahal memiliki rasa yang khas dan potensi yang tinggi. Dilihat dari pemenuhan pasar mancanegara tahun 2020 Indonesia hanya mampu memenuhi 0,67% kebutuhan bumbu di Afrika dan sekitar 3,87% kebutuhan di Australia.

Berdasarkan hal ini, Indonesia perlu mendorong peningkatan produk bumbu masakan dan restoran sebagai etalase kuliner Indonesia di luar negeri. Kementerian Perdagangan saat ini tengah membuat pemetaan terkait rantai perdagangan bumbu dan rempah ini, khususnya untuk wilayah Afrika. Terkait dengan peluncuran Indonesia Spice Up The World di World Expo di Dubai pada Oktober 2021 mendatang, Kemendag  akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Menko Luhut menyampaikan arahannya agar GAPMMI dapat turut mendukung kesuksesan peluncuran tersebut di Dubai. Dalam beberapa kali rakor kementerian/lembaga yang dikoordinir oleh Kemenko Marves, GAPMMI mengusulkan kayu manis, pala, lada, kapulaga, dan kunyit untuk menjadi komoditas yang diekspor, sedangkan untuk bumbu olahan adalah kecap, saus gado-gado, rendang, nasi goreng, dan soto ayam. Beberapa negara Afrika yang diusulkan oleh GAPMMI adalah Afrika Selatan, Nigeria, dan Mesir. Selain itu, GAPMMI juga menyampaikan bahwa ekspor bumbu Indonesia selama ini belum maksimal, baik yang berupa bumbu mentah maupun bumbu jadi, hal ini berdasar data ekspor bumbu ke beberapa negara seperti Afrika Selatan, Belanda, Mesir, dan beberapa negara lainnya. Standarisasi produk untuk bumbu yang diekspor perlu diperlukan untuk memastikan kualitas dari bumbu tetap terjaga