08119322626/27   gapmmi@cbn.net.id  

×

Rencana Cukai pada Kemasan Plastik & Minuman Berpemanis

Rencana Cukai pada Kemasan Plastik & Minuman Berpemanis

Pemerintah memutuskan untuk menerapkan cukai plastik, cukai alat makan dan minum sekali makan, serta cuka minuman manis dalam kemasan. Hal ini tertuang di dalam bahan paparan rapat Panja Banggar Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI bersama pemerintah. Dalam paparannya disebutkan bahwa kebijakan kepabeanan dan cukai 2022 akan dilakukan dengan cara mendukung pengelolaan fiskal yang sehat dan berkelanjutan, meningkatkan perlindungan masyarakat dan dukungan terhadap perekonomian.

Kebijakan selanjutnya yakni untuk meningkatkan penerimaan negara yang optimal melalui intensifikasi dan ekstensifikasi cukai, pengembangan layanan kepabeanan dan cukai berbasis digital, serta sinkronisasi data dan percepatan pelayanan ekspor. Dalam bahan paparan tersebut dijelaskan, cukai kemasan dan wadah plastik akan diterapkan pada 2022. Alasan cukai ini diterapkan karena sampah plastik berkontribusi terhadap total sampah secara nasional.

Terkait dengan itu, Ketua Umum GAPMMI Adhi S. Lukman mengatakan bahwa dunia usaha hingga kini belum pernah diajak berdiskusi oleh pemerintah terkait rencana kebijakan tersebut. Harapannya, pemerintah atau DPR segera mengajak para pemangku kepentingan, termasuk dunia usaha, untuk berdiskusi mengenai rencana ini. Dia menegaskan, stakeholder perlu mengetahui lebih jelas terkait alasan kebijakan ini, apakah untuk menambah pemasukan negara atau tujuan lainnya. Kemudian, masalah dari pemanis yang menimbulkan penyakit, fokus pemerintah adalah dalam menyebarkan penyakit tidak menular. “Padahal masalah utamanya adalah bagaimana membangun kesadaran hidup sehat," tuturnya.

Adhi melanjutkan, pengenaaan dan penambahan cukai itu kurang tepat. Sebab, permasalahan utamanya menurut dia adalah pada kesadaran masyarakat masing-masing. Saat ini yang terpenting adalah edukasi budaya hidup sehat yang harus dibangun bersama-bersama untuk mengatasi masalah. "Bukan dengan membebani masyarakat dengan cukai yang ujungnya ke harga jual, terlebih di masa sulit seperti pandemi saat ini," tuturnya.