08119322626/27   gapmmi@cbn.net.id  

×

Empat Strategi Wamendag Dorong Ekspor Rempah ke Pasar Global

Empat Strategi Wamendag Dorong Ekspor Rempah ke Pasar Global

Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga menyampaikan, strategi ekspor Indonesia saat ini fokus pada diversifikasi produk dan pasar. Kementerian Perdagangan mendukung penuh adanya program "Indonesia Spice Up the World” yang bertujuan meningkatkan ekspor rempah melalui promosi  Gastronomi  Indonesia. "Fokus ekspor tahun ini adalah diversifikasi produk dan pasar. Rempah-rempah Indonesia harus diakui dunia. Itu adalah tantangan kami untuk mempromosikan rempah-rempah Indonesia melalui banyak acara," ujar Wamendag.

Wamendag menyebutkan, empat strategi untuk mendorong ekspor rempah ke pasar global, yaitu pertama, terkait standar. Hal itu termasuk praktik pertanian yang baik, persyaratan teknis, dan spesifikasi produk. Eksportir Indonesia harus memenuhi standar internasionaluntuk memastikan kualitas yang prima dan konsisten. Kedua, menjadi organik. Sebab, saat ini perilaku konsumen bergeser ke arah produk organik dan berkelanjutan. "Saya percaya rempah-rempah Indonesia memiliki potensi dalam kategori organik dan berkelanjutan,"kata Wamendag.

Ketiga, penjenamaan (branding). Penjenamaan diharapkan dapat meningkatkan kreativitas para pelaku usaha untuk mengikuti permintaan global. Terakhir, terkait promosi, Kementerian Perdagangan memiliki 46 perwakilan dagang di kota-kota besar dunia yang bertugas mempromosikan ekspor Indonesia dan bekerja sama dengan para importir dan distributor. "Saya mengajak kita semua ikut mempromosikan dan meningkatkan kesadaran tentang indikasi Geografis (IG).  IG merupakan salah satu komponen penting dalam meningkatkan ekspor dan menciptakan penjenamaan.

Beberapa rempah-rempah Indonesia yang sudah terdaftar IG antara lain, lada Muntok, pala Siaw, kayu manis Koerintji, vanili Alor, dan masi banyak lagi,"ajak Wamendag.Para pelaku usaha diharapkan dapatmeningkatkan produktivitasnya dan kinerja ekspor dengan menghasilkan lebih banyak produk bernilai tambah. Sektor industri rempah-rempah yang kuat di Indonesia memerlukan kreativitas, teknologi, dan sinergidari berbagai pihak.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, ekspor rempah-rempah Indonesia kode HS 0903–0909 ke dunia mengalami kontraksi hingga 4,88 persen pada 2021 dengan nilai ekspor mencapai USD 764,22 juta. Ekspor pala, cengkeh dan anise menunjukkan tren positif lebih dari 20persenselama limatahun  terakhir.  Namun,  produksi  rempah-rempah  Indonesia  masih  menempati peringkat ke-4 secara global, setelah India, Tiongkok, dan Nigeria. Sementara untuk kinerja ekspor, Indonesia masih berada di peringkat 10 besar, setelah Tiongkok, India, Belanda, dan Jerman.