08119322626/27   gapmmi@cbn.net.id  

×

GAPMMI Turut Mendukung Indonesia 4.0 Conference & Expo 2022

GAPMMI Turut Mendukung Indonesia 4.0 Conference & Expo 2022

Kementerian Perindustrian RI melalui Badan Standarisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) menggelar perhelatan Indonesia 4.0 Conference & Expo 2022 pada 24-25 Agustus 2022 lalu di Hotel Bidakara, Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Dalam sambutanya, Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Dody Widodo mewakili Menteri Perindustrian menyampaikan bahwa Implementasi Making Indonesia 4.0 menjadi salah satu major project dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2020-2024. Seremoni pembukaan Indonesia 4.0 Conference and Expo 2022 dilakukan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Dody Widodo bersama Staf Ahli Menteri Bidang Iklim Usaha dan Investasi Andi Rizaldi, Deputi Bidang Sumber Daya Manusia, Teknologi dan Informasi Kementerian BUMN Tedi Bharata, Kepala BSKJI Doddy Rahadi serta Kepala BPSDMI Arus Gunawan. Saat pembukaan juga dilakukan penyerahan Sertifikat INDI 4.0 kepada 28 BUMN yg telah melakukan Self-Assessment. Pemerintah terus mendorong agar industri dalam negeri dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Kebijakan ataupun program yang berpihak pada kepentingan dalam negeri akan terus dioptimalkan.

Gelaran Indonesia 4.0 Conference and Expo 2022 yang berlangsung selama dua hari diikuti kurang lebih dari 3.000 peserta.

Di samping itu, peserta dapat menikmati 35 booth pameran yang menampilkan produk dan solusi teknologi terkini serta informasi terkait industri 4.0. Konferensi dua hari dilaksanakan dengan cara silent conference dibagi dalam 7 sesi panel dengan 75 pembicara. Peserta dan pengunjung juga disuguhi warehouse of idea dari 20 industri, cocktail reception party. Pelaksanaan Indonesia 4.0 Conference & Expo memiliki beberapa tujuan diantaranya: Wadah berkumpulnya pemangku kepentingan industri 4.0 dalam membahas perkembangan transformasi industri 4.0 di Indonesia; upaya pemerintah dalam percepatan pemulihan ekonomi nasional melalui akselerasi transformasi industri 4.0 di Indonesia; dan membangun sinergi dan kolaborasi antar pihak dalam ekosistem industri 4.0 (SINDI 4.0)

Sebagai informasi capaian kegiatan Making Indonesia 4.0 saat ini sebagai berikut: Self-Assessment INDI 4.0 sebanyak 900 industri dan 28 BUMN;  telah ada 45 industri yang mendapatkan penghargaan INDI 4.0; Adanya 6 lighthouse industri 4.0 terdiri dari 2 industri global lighthouse network (Scheider & Petrosea) & 4 industri national lighthouse (Pupuk Kaltim, Indolakto, Akebone, Infineon); sebanyak 108 Industri telah mengikuti pendamping industri 4.0; Program E-Smart IKM sebanyak 17.778 IKM telah mengikuti workshop; ada 8 capability center  yang terdiri dari 1 digital capability center of industry 4.0; 4 satelite capability center (Poltek STTI, Poltek STMI, Poltek ATK, Poltek Forniture) dan 3 learning factory center (BBIA, BBLM, BBIHP); dan program pelatihan transformasi industri 4.0 sebanyak 2.171 peserta industri dan 3.394 peserta BUMN.

Dalam kesempatan ini, Ketua GAPMMI menjadi salah satu moderator dalam konferensi pada sesi Smart Factory Session bertema “Develop Advanced Manufacturing” dengan panelis dari Kementerian Perindustrian, Siemens Indonesia, Signify Indonesia dan Telkomsel. Satu hal catatan tentang digitalisasi yaitu bukan hanya tentang teknologi, ada hal penting yang tidak bisa diabaikan yaitu mindset dan kesiapan SDM. Fri-27