08119322626/27   gapmmi@cbn.net.id  

×

industri Pangan Hadapi Tantangan Efisiensi Bahan Baku, Air, dan Energi

industri Pangan Hadapi Tantangan Efisiensi Bahan Baku, Air, dan Energi

Pada tahun 2023, harga komoditas secara global tercatat cenderung menurun, tetapi masih lebihtinggi dibandingkan sebelum pandemi Covid-19. Akan tetapi salah satu komoditas global, yaitu gula mentah, harganya meningkat dua kali lipat akibat berkurangnya pasokan dari India dan Brasil. Kenaikan harga gula mentah dunia menyebabkan harga gula rafinasi naik dari Rp 8.000-9.000 per kilogram (per kg) menjadi Rp 11.000-12.000 per kg. Jika hal ini berlangsung dalam waktu lama, maka dikhawatirkan akan berdampak pada kenaikan harga produk pangan olahan. Bagi industri pangan skala kecil, yang tidak memiliki pilihan lagi terhadap kenaikan harga gula, akan menaikkan harga atau mengurangi ukuran produknya, akan tetapi bagi industri besar, biasanya punya strategi jangka panjang dengan lebih baik mengurangi margin dan mengurangi profit daripada menaikkan harga di tengah-tengah tahun, karena industri besar mempunyai kebijakan untuk menaikkan harga produk di akhir tahun atau awal tahun, hal ini dikarenakan perlu waktu untuk negosiasi dengan ritel dan lain sebagainya, tetapi untuk industri kecil yang area penjualan dan kemampuan finansial juga terbatas, jika tidak menaikkan harga tentunya akan sulit.

Kelangkaan pasokan gula mentah dari Brasil saat ini diakibatkan karena Brasil memproduksi etanol dengan memanfaatkan tebu sebagai bahan baku utamanya. Pemerintah Brasil menerapkan pengurangan subsidi BBM sehingga etanol akan lebih bersaing. Sedangkan di negara produsen gula mentah lainnya sperti Thailand, pemerintah setempat melakukan pengurangan area tanam di Thailand sehingga berimbas pada pengurangan hasil produksi gula mentah. Sementara produksi gula di Eropa juga terhambat lantaran masuknya musim panas. Di India juga mengalami pengurangan produksi tebu lantaran adanya gelombang panas, musim hujan yang tidak menentu dan hama yang merusak tanaman tebu. Saat ini pasokan gula mentah diharapkan berasal dapat dipasok dari Australia. Dalam menghadapi tren kenaikan harga gula mentah, industri pangan akan melakukan efisiensi atau penghematan antara lain dengan melakukan audit energi dan air, karena cukup besar pemakaiannya, diharapkan dengan pengurangan/penghematan energi dan air dapat mengurangi biaya produksi di industri pangan. Sedangkan dari sisi produk, tentunya industri pangan harus terus berupaya mencari bahan baku alternatif yang tidak mengurangi kualitas produk pangan, namun tetap sesuai dengan selera konsumen.

Industri yang banyak melakukan inovasi terhadap produknya biasanya pertumbuhannya sangat baik, sedangkan industri yang tidak melakukan inovasi cenderung stagnan. Oleh karena itu, GAPMMI berharap agar industri pangan menerapkan teknologi industri 4.0 sebagai bentuk Making Indonesia 4.0 karena penerapan teknologi merupakan salah satu langkah penghematan, dan melalui teknologi dapat mendukung pertumbuhan industri tersebut. Pemerintah sendiri khususnya Kementerian Perindustrian juga masih optimis bahwa industri pangan bisa tumbuh sampai dengan 7% di tahun 2023.

Salah satu tantangan global yang dihadapi oleh industri pangan adalah geopolitik dan perubahan iklim. Kedua hal ini perlu diwaspadai agar tidak menimbulkan dampak cukup besar terhadap industri pangan. Industri besar harus menahan diri untuk tidak menaikkan margin usaha yang artinya tidak menaikkan harga jual ke masyarakat, ini memang

strategi kebanyakan industri dengan mempertahankan harga produknya supaya penjualan tidak turun, namun industri pangan akan melakuan ulasan di akhir tahun 2023, dengan harapan situasi sudah membaik sehingga tidak terlalu berpengaruh terhadap harga jual produk pangan di tahun depan, dan GAPMMI juga berharap pemerintah tidak mengeluarkan aturan-aturan yang semakin membebani industri pangan. Dengan adanya kolaborasi dan kerja sama yang baik antara pemerintah dengan pelaku usaha sehingga akan semakin meningkatkan kontribusi sektor industri pangan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.