08119322626/27   gapmmi@cbn.net.id  

×

BPOM & Pelaku Usaha Obat dan Pangan Kolaborasi Wujudkan Net Zero Carbon di Indonesia

BPOM & Pelaku Usaha Obat dan Pangan Kolaborasi Wujudkan Net Zero Carbon di Indonesia

Gabungan Produsen Makanan Minuman Indonesia (GAPMMI) bersama beberapa anggotanya turut berpartisipasi dalam kegiatan “BPOM Net Zero Carbon Programme” yang diinisiasi oleh Badan Pengawasa Obat dan Makanan (BPOM) dengan aksi nyata penanaman mangrove di Taman Wisata Alam Mangrove Kapuk, Jakarta pada 31 Oktober 2023. BPOM sebagai lembaga yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pengawasan obat dan makanan, turut mengawal industri obat dan pangan untuk mematuhi peraturan terkait kelestarian lingkungan hidup sesuai prinsip triple bottom line (TBL).

Prinsip TBL mengukur dan mengevaluasi kinerja bisnis dalam tiga dimensi utama yang berkelanjutan, yaitu sosial (people), lingkungan (planet), dan ekonomi (profit). BPOM telah melakukan serangkaian program inisiatif kepedulian terhadap lingkungan dan apresiasi kepada industri obat dan pangan yang telah menerapkan program-program keberlanjutan lingkungan. Salah satu inisiasinya berupa BPOM Award pada 17 Juli 2023 kepada sejumlah industri obat dan pangan yang menerapkan konsep produksi berkelanjutan untuk mendukung kelestarian lingkungan. “Ketiga dimensi TBL ini disebut sebagai ‘triple bottom line’ karena mereka melibatkan hasil dari kegiatan bisnis yang lebih komprehensif daripada hanya keuntungan finansial, tapi kontribusinya pada pembangunan masyarakat dan memainkan peran aktif dalam melindungi dan melestarikan lingkungan,” kata Kepala BPOM RI, Penny K. Lukito dalam sambutannya di acara tersebut.

Pada kegiatan ini juga dilaksanakan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding, MoU) antara BPOM dengan pelaku usaha obat, obat tradisional, suplemen kesehatan, kosmetik, dan pangan, importir/trader pangan, serta pengelola kawasan Taman Wisata Alam Angke Kapuk (TWAAK) dan Ekowisata Mangrove Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara. Bentuk komitmen para pihak kemudian diwujudkan dengan memulai penanaman secara simbolis sebanyak 150 pohon mangrove di TWAAK. Target penanaman pohon mangrove di 2023 ini direncanakan sebanyak 16 ribu pohon. Tahap pertama kegiatan ini, sebanyak delapan asosiasi dan 106 industri obat dan pangan berkontribusi melakukan penanaman pohon mangrove. Penanaman ini akan mampu menyerap gas rumah kaca (GRK) sebesar 345,3 ton equivalen CO2 (CO2e) per tahun. Secara bertahap selama tiga tahun ke depan BPOM menargetkan penanaman sebanyak 47,8 ribu pohon mangrove. Dengan total penanaman di lahan seluas 5 hektare, diperkirakan berkontribusi meningkatkan serapan sebesar 1.398 ton CO2e per tahun. Kemudian dilanjutkan dengan penanaman minimal 30 ribu pohon pada 2024–2025 yang juga akan mampu menyerap 750 ton CO2e per tahun.

Penanaman pohon mangrove sebagai upaya pelestarian lingkungan ini tercatat pada Museum Rekor Indonesia sebagai program pertama Net Zero Carbon Emission dengan kolaborator perusahaan obat dan makanan. Diharapkan program ini dapat menarik pihak lain untuk ikut serta memperkaya dan berkontribusi dalam program tersebut ke depannya.  Ketua Umum GAPMMI, Adhi S. Lukman mengatakan bahwa program ini adalah salah satu bentuk nyata kontribusi industri pangan dalam pelestarian lingkungan. “Sebagai para pelaku yang berkecimpung di industri pangan, banyak bahan baku yang berasal dari alam. Ini adalah salah satu upaya yang kami lakukan untuk bisa berkontribusi dalam upaya untuk menjaga alam sekitar,” pungkasnya.