08119322626/27   gapmmi@cbn.net.id  

×

Sosialisasi Program Gerakan Selamatkan Pangan dan Pemutakhiran Regulasi Jaminan Produk Halal

Sosialisasi Program Gerakan Selamatkan Pangan dan Pemutakhiran Regulasi Jaminan Produk Halal

Gabungan Produsen Makanan Minuman Indonesia (GAPMMI) kembali mengadakan Member Gathering yang berlangsung dalam Pameran SIAL InterFOOD 2023 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Dalam agenda tersebut, ada beberapa pemutakhiran informasi terkait industri pangan dengan tema sosialisasi dan implementasi “Program Gerakan Selamatkan Pangan” dan “Update Regulasi JPH & Program Kerja Sama Internasional BPJPH”. Kegiatan dihadiri lebih dari 200 pelaku usaha industri pangan anggota GAPMMI dengan narasumber yang berasal dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Ketua GAPMMI Bidang Kebijakan Publik, Rachmat Hidayat membahas hal- hal yang menjadi perhatian GAPMMI saat ini, di antaranya mengenai Rencana Penerapan Cukai pada Kemasan Plastik, dan Minuman Berpemanis Dalam Kemasan (MBDK), Peraturan Kebijakan Importasi Permendag No. 25 tahun 2022, Neraca Komoditas dan Impor Bahan Baku Perpres No. 32 Tahun 2022, Kebijakan Zero Over Dimension-Over Load (ODOL), Keputusan Menteri ESDM tentang Standar Penyelenggaraan dan Persetujuan Penggunaan Air.

Selain regulasi-regulasi tersebut, ada topik khusus yang ingin disampaikan oleh GAPMMI kepada para anggotanya, yaitu mengenai urgensi pengurangan kehilangan pangan (food loss) dan pangan terbuang (food waste). Direktur Kewaspadaan Pangan dan Gizi, Nita Yulianis hadir mewakili Bapanas menyampaikan paparan “Sosialisasi Gerakan Selamatkan Pangan”. Bapanas telah membangun sinergi lintas sektor antar kementerian atau lembaga terkait serta menggandeng sembilan organisasi/asosiasi yang bergerak  di bidang pangan untuk bergabung menjalankan program pengurangan limbah pangan. Program yang dijalankan melindungi penyediaan, pengumpulan, penyortiran, pengolahan, dan penyaluran pangan yang berpotensi menjadi limbah. Kemudian dilaksanakan juga penyediaan platform penyelamatan limbah pangan, penyediaan data dan/ atau informasi, serta sosialisasi dan advokasi “Gerakan Pencegahan Food Waste”. Terkait penyediaan data,

seluruh organisasi itu sepakat untuk menghimpun data jenis dan jumlah pangan yang berpotensi menjadi limbah serta waktu pengambilannya. Informasi yang dihimpun juga mengenai pelaku usaha pangan yang menjadi mitra penyedia pangan yang berpotensi, lokasi dan sasaran penerima manfaat, dan jumlah pangan berpotensi menjadi limbah pangan yang diselamatkan.

Booklet Sosialisasi Gerakan Stop Boros Pangan oleh Bapanas dapat diakses melalui https://bit.ly/Booklet_ SBP. Industri pangan juga diundang untuk bergabung dalam “Platform Stop Boros Pangan” yang dapat diakses melalui https://sbp.badanpangan.go.id

Kepala BPJPH Muhammad Aqil Irham, didampingi oleh Kepala Pusat Kerjasama dan Standardisasi Halal, Abd. Syakur, , hadir menjadi narasumber dalam Member Gathering GAPMMI untuk menyampaikan beberapa poin penting terkait penerapan regulasi jaminan produk halal di Indonesia, baik peluang dan tantangannya bagi industri pangan halal, terutama untuk mencapai target Indonesia sebagai produsen halal terbesar dunia pada tahun 2024. BPJPH menyadari bahwa diperlukan akselerasi sertifikasi halal karena saat ini realisasi sertifikasi halal di Indonesia masih rendah (menurut BPJPH, capaian sertifikat halal sampai dengan 31 September 2023 adalah 3.045.646). Aqil juga memaparkan strategi BPJPH dalam menerapkan program akselerasi sertifikasi halal sehingga juga diperlukan adanya penguatan sinergi dan kolaborasi dalam penyelenggaraan JPH. Fri-27